Selasa, 25 Maret 2014

Tugas Kelompok Sistem Informasi Perencanaan (SIP) "Assessing Implications of Land-use and Land-cover Change (LUCC) Dynamics for Conservation of A Highly Diverse Tropical Rain Forest"

TUGAS KELOMPOK
MATA KULIAH : SISTEM INFORMASI PERENCANAAN
ANGGOTA KELOMPOK :
1. DENNY TEGUH GUMLAR (10070311039)
2. HISTA YUGANDHINI (10070311041)
                                                      3. THAARIQ DARMI (10070311042) 
Resume Jurnal
Judul : Assessing Implications of Land-use and Land-cover Change (LUCC) Dynamics for Conservation of A Highly Diverse Tropical Rain Forest
Alejandro Flamencon SandovalMiguel Martınez Ramos, Omar Raul Masera

Tujuan
Jurnal ini difokuskan pada perubahan tutupan lahan hutan ke non-hutan (deforisasi) dari waktu ke waktu yang berdampak kepada keanakaragaman hayati, dengan melakukan analisis dinamika deforisasi di Selva El Ocote menggunakan metode integrasi antara penginderaan jauh dengan sistem informasi geografis (SIG) dan alat-alat standar untuk analisis.
Profil Wilayah Studi
The Selva El Ocote Biosphere Reserve berada di Mexico, Amerika Tengah. Wilayah studi memiliki luas sekitar 682.000 Ha yang memiliki letak geografis 17o 23’ Utara , 94o 9’ Barat Ke Barat Laut dan 16o 30’ Utara, 93o 06’ Barat Ke Tenggara.


Gambar 1
Letak Wilayah Studi

Wilayah studi memiliki kondisi fisik wilayah yang beraneka ragam. Diantaranya memiliki toporafi yang tidak rata berkisar antara 60 – 2080 mdpl, curah hujan yang tinggi dan memiliki kelembaban yang tinggi pula, memiliki susunan struktur geologi berupa karst, memiliki 20 kategori tutupan lahan, serta lebih dari 100 jenis tanah. Daerah ini termasuk kedalam salah satu jenis hutan tropis lembab yang ada di Mexico yang didalamnya terdapat lebih dari 2000 spesies tumbuhan dan 97 spesies mamalia.
Metode Analisis
1.      Analisis Tutupan Lahan
2.      Analisis Perubahan Tutupan Lahan dan Penggunan Lahan
3.      Analisis Probabilitas Transisi Penggunaan dan Tutupan Lahan
4.      Analisis Laju Deforestasi
5.      Skenario Masa Depan
Hasil Analisis
1.      Perubahan Tutupan dan Penggunaan Lahan

Gambar 2
Perubahan Penggunaan dan Tutupan Lahan






Dari Gambar dan Tabel diatas dapat dilihat hasil dari analisis perubahan penggunaan dan tutupan lahan dari waktu ke waktu, terlihat pada tabel diatas hutan tropis mengalami penurunan luasan dari tahun 1986 sebanyak 11 % hingga 7 % pada tahun 2000.

2.      Laju Deforestasi
Laju Deforestasi merupakan angka yang menggambarkan proses yang paling drastis dari degradasi kemungkinan perubahan tutpan lahan. Setelah

dianalisis terjadi laju deforestasi yang tinggi mencapai 6,76 % per tahun. Sebagian besar deforestasi terjadi pada hutan hujan tropis menjadi hutan yang terbakar untuk pembukaan lahan.

3.      Skenario Masa Depan

Setelah dilakukan proyeksi terhadap penggunaan dan tutupan lahan dengan menggunakan data 1986 ke 1995 hinga tahun 2030, lahan yang ditutupi oleh hutan tropis akan kehilangan 29 % dari luas saat ini pada tahun 2030. Sementara jika menggunakan 1995 ke 2000 hasilnya 89 % dari luas hutan hujan tropis saat ini akan hilang pada tahun 2030.

denny Teguh (10070311039) "Tugas Rangkuman Sistem Informasi Perencanaan "



Aspek Geometrik
Subuah Peta memiliki fungsi untuk menunjukan posisi atau lokasi relatif suatu tempat, oleh sebab itu pembuatan konstruksi peta merupakan bagian penting pada pekerjaan pemetaan.
Ø  Teoritis :
Aspek geometrik berhubungan dengan transformasi matematis koordinat geografi pada permukaan bumi ke koordinat proyeksi bidang datar.
Ø  Praktis :
Aspek geometric berhubungan dengan pembuatan konstruksi/jaringan dari kerangka geometrik peta.

·                     Koordinat
Koordinat Geografis, teridiri dari : 
1.    lintang ( latitude = φ ) , yang merupakan suatu titik dengan panjang busur yang diukur pada suatu meridian dihitung dari ekuator sampai ke paralel yang melalui titik tersebut.
2.    bujur ( longitude = λ ) , merupakan suatu titik yang diukur pada suatu garis paralel antara meridian titik pengamatan dengan meridian nol (meridian Greenwich).
3.    Koordinat Geografis titik P (φ , λ),Besaran harga lintang (φ ) dihitung mulai dari titik P sepanjang garis meridian sampai berpotongan dengan garis ekuator ; besaran harga bujur (λ) dihitung mulai dari perpotongan garis meridian dari titik P dengan ekuator, sampai dengan perpotongan garis ekuator tersebut dengan meriadian nol.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiV44v3m17CherTsDtpzOqyc2FazxXiVRkiHBQHeSJc6xin9nPGZrHZpCBkQ7Q2oQ2rSSOhhCto7bJKaPVCVs9cyGb_lA5ycw3TRA6Q160Ydq2DNlTppDRyouyLatp_55eMSalicaVxzRE/s1600/Presentation1.jpg





Koordinat proyeksi :
pada koordinat ini terdiri dari koordinat suatu titik dinyatakan dengan besaran absis (X) dan ordinat (Y). Titik Nol sistem koordinat adalah pusat bumi, dan sumbu-sumbu sistem koordinatnya terikat ke bumi.
·                     Proyeksi Peta
Proyeksi peta merupakan transformasi sebuah peta dengan menggunakan rumus matematis tertentu. Proyeksi peta adalah model matematik untuk mengkonversi posisi tiga dimensi suatu titik di permukaan bumi ke representasi posisi dua dimensi di bidang peta.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyS12kn4ULkUcw5elwXV1UmZzX6yiNKmiosouHsbiY6WegIRdze9tSsdnj3ZZkyr0G3pAm0JDRuAfr0WfSAVBlN_ThoS8OCejOfmNpAndYczFmijkvMzhc52hyphenhyphenoaM0Q4LlQyytH9xabP0/s1600/Presentation2.jpg

Jenis Proyeksi:
1.    Proyeksi kerucut, bidang proyeksinya adalah bidang kerucut dimana suatu kerucut diletakan pada bumi dan menyinggung bola bumi sepanjang suatu lingkaran.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJaX3CTS8q4ax1Jd83VVOPLRxr4gsOAp729cN4lepOp6c-_CStydF6P-9-E9VGLShxvPLb_LCzAjIJcddJeBq7-oJqmnFqsyNXLq4juVvegg0oMF9HYxBBnoKLO872S_oF-CJNEHoqHsk/s1600/Presentation12.jpg
2.    Proyeksi silinder, bidang proyeksinya bidang silinder dimana suatu silinder diletakan pada bumi dan kemudian didatarkan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhttrHIzaw4jTRzn31YAUEnd2oAe1jP9fRcJMDn4KvGNLgWZQF8rpkmsQr6p7iageIRTOj-I5fD6yNqtqvekBebyJThXc2qrBusnEiIHSqHtDtc4Jl-jdF15V4usrcTUfCwAHx6oInngcg/s1600/Presentation13.jpg
3.   
Proyeksi azimuthal (zenithal), bidang proyeksinya bidang datar.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIMdJWUqBl-sI4T_QEgh2NFRKFj4ERYS-PWFNSvehUpj4AKpgx8jy8SgEIShPy-psJZEtCzxdlap2yJVU9V1vc0oKvhxOvwNKYTlFdfZGkMLCB_HDrUZJbRPyS1_aoeMi6u9_BEkDVhhI/s1600/4.jpg

·                     Pemilihan Sistem Proyeksi Peta           
Berdasarkan sistem proyeksi peta, pemilihan suatu sistem proyeksi peta adalah berdasarkan: 
1.    posisi daerah.
2.    bentuk daerah.
3.    ukuran daerah.
4.    serta kegunaan peta bersangkutan.

·         Proyeksi Transverse Mercator (Tm)
Proyeksi Transverse Mercator adalah proyeksi silinder transversal yang bersifat konform. Pada proyeksi ini secara geometris silindernya menyinggung bola bumi pada sebuah meridian yang disebut meridian sentral (meridian tengah).

·                     Sistem Grid Universal Transverse Mercator (Utm)
           Universal Transverse Mercator yang merupakan modifikasi dari sistem proyeksi Transverse Mercator dimana yang menjadi acuan adalah sistem grid.  Ciri-ciri dari sistem grid UTM adalah :
1.    Sistem grid UTM adalah sistem grid yang bersifat universal, membagi seluruh wilayah permukaan bumi menjadi 60 bagian yang disebut sebagai zone UTM. Masing - masing zone UTM dibatasi oleh 2 buah meridian dengan lebar 60 bujur dan 80 lintang.
2.    Zone UTM diberi nomer yaitu zone 1 antara 1800 BB sampai 1740 BB terus kearah timur sampai zone 60 antara 174BT sampai 1800 BT. 
3.    Batas lintangnya adalah 800 LS dan 840 LU ke arah utara dengan kode huruf C berturut-turut ke utara sampai dengan huruf X untuk Lintang Utara 720– 840.
4.    Setiap zone UTM, bidang proyeksi silinder tidak menyinggung permukaan bumi, tetapi memotong bumi. 
5.    Masing-masing zone mempunyai koordinat sendiri yaitu titik potong meridian sentral dengan garis ekuator yang disebut sebagai titik nol sejati (true origin ).  
6.    Dalam sistem grid metrik, meridian sentral diberi absis fiktif sebesar 500.000 meter Timur (mT), sedang untuk ordinat, agar tidak dijumpai harga negatif maka di sebelah selatan ekuator diberi ordinat sebesar 10.000.000 meter Utara (mU), disebelah utara ekuator diberi ordinat 0 meter Utara (mU).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjN2q7quFQj2gFMia21KyA9F5bQOcd-197bQ-pBxuxw8XOcVF1roQwcTiC-zD1oAFImZCQC04HlPE83wpIkMGgNKt0jlnKwwCj0kumGPMAo5CdBHHMRUVb8Ebcr7SCUfO2Eki4OoDYDnas/s1600/3.jpg

·                     Sistem Proyeksi Peta Tm Di Indonesia
1.    Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) 
Peta Dasar Nasional yang diterbitkan oleh Bakosurtanal merupakan suatu seri peta yang meliputi seluruh daerah Indonesia, terdiri dari beberapa skala peta yaitu 1:25.000, 1:50.000, 1:100.000, 1:250.000. Sistem proyeksi yang digunakan adalah Transverse Mercator dengan lebar zone 6° serta sistem grid UTM.

·                     Peta Dasar Nasional

Muka peta seri peta rupa bumi Indonesia (Peta Dasar Nasional Indonesia) dibatasi atau  menggunakan garis tepi peta dalam bentuk gratikul. Pada setiap ujung peta dicantumkan koordinat geografis (lintang dan bujur) dan juga koordinat kartesian hasil transformasi dari koordinat geografis ke koordinat proyeksi Transverse Mercator (TM). Ukuran muka peta tergantung pada skala peta yang disajikan, yaitu:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmiG3OyN4qrAL3K8o2yOFZsbf62TFTK_ngiHgcs_IZ6Fi7maEWisF6LMd6nFc1hsN2D11Rto6oxK-phF_d1rKzU0IIEoXxGsu4R-Y7CqOAA9EqYV1lDUBAU7nfLISAP6Qm7-qbGkFJsfw/s1600/5.jpg     
    
Selain menggunakan garis gratikul pada garis tepi peta, pada seri peta Rupabumi Indonesia juga dicantumkan garis grid dalam bentuk ‘tick’ yang terletak disebelah bawah dan kanan muka peta. Posisi Geografis Indonesia dari 95 – 140 derajat BT, 6 derajat LU – 11 derajat LS, dan 8 zone UTM (zone 47 – 54).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnnst2ODoMWPPAaZcJMXGDOZ2gdKeQTYWUYciZJlxJrI6XSwoFuWOrCVGiiNKepsSI2oCj6WpE5bU9K1MeQ2EJLz_QQh7Z1j7ItkV0JA8eTkcTc9_t2pzJDuuLQKuJ8Nj9oCzS67DB-zw/s1600/36.jpg

·                     Konstruksi Peta
1.    Grid merupakan garis-garis pada muka peta yang tergambar saling tegak lurus, penyajian garis grid pada muka peta dan garis tepi peta lebih banyak digunakan pada peta-peta skala besar. Pada konstruksi ini bentuk garis - garis pada peta tegak lurus, yaitu sumbu x yang vertikal dan sumbu y yang horizontal
2.    Graticule merupakan garis-garis pada muka peta yang tergambar tidak saling tegak lurus, dan perpotongannya merupakan koordinat geografis. Penyajian garis graticule pada muka peta dan garis tepi peta lebih banyak digunakan pada peta-peta skala kecil. 

·                     Skala Peta
Skala peta merupakan perbandingan jarak di peta dengam jarak sebenarnya dilapangan, pemilihan skala peta bergantung pada penggunaan peta. Ada beberapa klasifikasi skala peta diantaranya :
1.    peta skala besar , angka perbandingan sekitar 500 sampai 10.000 artinya peta dengan skala 1 : 1000 sampai dengan peta skala 1 : 10.000
2.    peta skala sedang, angka perbandingannya sekita 25.000 sampai dengan 50.000 artinya peta dengan skala 1 : 25.000 sampai dengan skala 1 : 50.000
3.    peta skala kecil, garis tepi peta yang disajikan pada peta skala kecil adalah garis gratikul. Selain pada keempat ujung peta, pada sepanjang garis tepi peta juga disajikan koordinat geografis.